
Tebuireng.online– Lapangan SMA Trensains Tebuireng berubah menjadi panggung ekspresi pada Ahad (30/8/2026). Melalui pentas seni bertajuk BUMI HARSA 2026 dengan tema âThe Art of Students Expressionâ, siswa-siswi Trensains menunjukkan bakat, kreativitas, dan cerita mereka melalui seni.
Baca Juga:Â Siswa SMA Trensains Tebuireng Raih Prestasi Akademik di Ajang SIMSO Thailand
Acara tahunan ini digelar sebagai wadah menumpahkan kreativitas siswa di bidang kesenian dan kebudayaan. “Harapannya esok hari, tak hanya menjadi cerdas namun juga ilmuwan yang senantiasa ingat dengan negeri tempat ia lahir dan dibesarkan,” ujar Fayyad Azzam Hadzia Dliaulhaq selaku Ketua Pelaksana Pentas Seni Bumi Harsa Vol II SMA Trensains Tebuireng.
Sejumlah tamu undangan turut hadir memeriahkan acara. Hadir siswa dan dewan guru SMA Trensains Tebuireng, perwakilan dari SMA Trensains Sragen, para mudir, kepala sekolah unit SLTA TBI, jajaran tamu undangan, serta wali santri undangan.
Panggung Bumi Harsa 2026 dipadati berbagai pertunjukan. Dari seni tari ada tari pedang, tari saman, tari kipas, hingga penampilan flash mob penutup. Tak kalah menarik ada seni pencak silat, barongsai, drama kolosal Gatot Kaca vs Antasena, Bujang Ganong dan Warok, serta drama kritik sosial yang mengundang tepuk tangan penonton.


Persiapan acara ini tidak mudah. Panitia mengaku telah mempersiapkannya sejak 6 bulan sebelumnya. “Terdapat banyak rintangan karena pergantian pimpinan sekolah serta sering terjadi pergantian briefing acara sehingga menyebabkan terjadinya sedikit kesalahan teknis,” kata Fayyad.
Baca Juga:Â Aplikasi Anti Penipuan Berbasis AI Antar Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih Penghargaan di Malaysia
Meski begitu, acara tetap berjalan meriah. “Sangat mendebarkan, juga sangat seru walaupun terdapat sedikit kurangnya kesalahan teknis saat berjalannya acara,” tambahnya.
Bumi Harsa sendiri merupakan agenda wajib tahunan SMA Trensains Tebuireng. Kepala Sekolah yang baru, Ustadz Khairul Anam, mengapresiasi penuh kerja keras para siswa.
“Sangat mengapresiasi tampilan anak-anak. Dengan kegiatan yang padat tapi anak-anak bisa menyempatkan diri untuk berlatih dan hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap panggung ekspresi ini bisa terus berkembang. “Semoga acara ini ke depan bisa lebih baik lagi dari segi konten dan tampilannya. Dan semoga tahun depan orang tua bisa lebih banyak lagi yang bisa hadir menyaksikan secara langsung,” harapnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.