pertanyaan:
Penanya berkata: “Saya teringat akan makna hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang bersabda:”
Tuhan memberkati
“Sesungguhnya di antara kamu ada orang-orang yang mengusir manusia, maka siapa yang memimpin manusia, hendaklah ia menjadi ringan.”
Maka saya mohon agar anda memberikan petunjuk kepada para imam tentang makna hadis ini, karena saya perhatikan ada sebagian imam yang memperpanjang shalat sehingga masyarakat enggan datang ke masjid.
menjawab:
Hal ini disyariatkan bagi para imam, yaitu tidak boleh mengusir orang, baik dengan memperpanjang salat maupun menunda waktu seharusnya salat. Imam hendaknya menjaga komuni dengan lemah lembut, baik dalam menjaga ketepatan waktu salat, maupun dalam hal tidak memperpanjang bacaan. Oleh karena itu, hendaknya membaca, sujud, dan sujud dilakukan dengan cara yang tidak memberatkan dan tidak berlarut-larut, meneladani doa Nabi Muhammad SAW, dan apa yang biasa beliau lakukan.
Anas Radiyallāhu ‘anhu berkata:
ما صليت خلف يمام أتم صلاة, ولا اخف صلاة من النبي, عليه السلاة
“Saya belum pernah shalat di belakang seorang imam yang shalatnya lebih sempurna dan sekaligus lebih mudah dari Nabi Muhammad SAW.”
Sallallahu alaihi wa sallam juga mengatakan:
“Wahai manusia, barangsiapa di antara kalian menjadi imam bagi umat, hendaklah ia dimudahkan pekerjaannya, karena di antara mereka ada anak-anak kecil, orang-orang tua, orang-orang lemah dan orang-orang berkekurangan.”
Jadi wasiat saya kepada semua imam adalah memperhatikan masalah ini, berusaha bersikap lemah lembut terhadap jamaah yang berada di bawah tanggung jawabnya, dan berusaha memotivasi mereka untuk shalat berjamaah dan tidak menjauhkan mereka.
Beberapa orang pernah mengeluhkan Mu’ādz Raḍiyallāhu ‘anhu yang mengatakan bahwa beliau memanjangkan shalat. Karena itulah Nabi Sallallahu alaihi wa sallam marah akan hal itu dan berkata:
Tuhan memberkati
“Wahai manusia, sesungguhnya di antara kamu ada orang-orang yang mengusir manusia,” dan beliau memperingatkan dengan tajam. Sunnahnya adalah imam harus bersikap lemah lembut terhadap jamaahnya dan tidak menunda salat bersama mereka.
Namun meringankan atau memperpendek shalat tidak boleh mengurangi kesempurnaan shalat. Maka ia membacakan doa-doa ringan yang dilanjutkan dengan penyempurnaan bacaan, sujud dan sujud, serta bacaan lengkap sesuai anjuran Rasulullah SAW, seperti Surat Al-Ghasyiyah, Surat Iqra’ bismi rabbika (Al-‘Alaq), Surat was-sam-Al-Burżūū dan saat Zuhur, Asr dan Isya. Sedangkan untuk shalat Maghrib dibacakan surat-surat pendek seperti Az-Zalzalah, Al-‘Ādiyāt, Aḍ-Ḍuḥā dan sejenisnya.
Jika imam kadang-kadang memanjangkan bacaannya pada waktu shalat Maghrib – dan ini termasuk dalam Sunnah – seperti yang dilakukan Nabi Sallallahu alaihi wa sallam, karena pada suatu malam ia membaca Surat Al-Mursalat dan pada malam-malam lainnya ia membaca “Waṭ ṭūri wa kitābim masṭūṭṭūṭṭūṭūṭūṭṭūṭṭūṭṭṭūr” bolehlah sesekali memperbanyak bacaan pada saat shalat Maghrib, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Sedangkan untuk salat Subuh biasanya beliau perpanjang, karena Rasulullah SAW memanjangkan bacaan dalam salat ini, beliau membaca Surah Qāf dan sejenisnya, seperti Al-Wāqi’ah dan sejenisnya. Jika imam sesekali memfasilitasi bacaannya (saat salat Subuh), maka tidak ada masalah. Intinya, imam hendaknya berusaha meneladani doa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan mengikuti perbuatannya.
Begitu pula ketika sujud dan sujud, imam hendaknya tidak memperpanjang bacaannya hingga membebani umat, melainkan hendaknya dengan tenang membaca tasbih sebanyak lima kali, atau tujuh kali, atau sepuluh kali. Batas minimal kesempurnaannya adalah tiga kali, sedangkan yang wajib adalah satu kali, namun harus dilakukan dengan tafsir.
Begitu pula saat sujud. Ketika sujud hendaknya ia mengucapkan: “Subḥāna rabbiyal ‘aẓīm, Subḥāna rabbiyal-’aẓīm (artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Besar, Maha Suci Tuhanku Yang Maha Besar)” ketika sujud ucapkan: “Subḥāna rabbiyal, Subḥāna rabbiyal,’a’lḸ (artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, Segala Puji bagi Tuhanku Yang Maha Tinggi)”, dan beliau juga dianjurkan untuk menambahkan doa: “Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdik, allāhumma ighfir lī (artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah, Allah, Allah, ya Tuhan kami, dan Allah, dan Allah, Tuhan kami, Tuhan” sujud.
Di antara dua sujud hendaknya ia khusyu’ dan mengambil waktu, dengan mengucapkan: “Rabbighfir lī, rabbighfir lī (artinya: Ya Tuhanku, maafkan aku! Maafkan aku!)” atau “Rabbighfir lī (artinya: Ya Tuhanku, maafkan aku!)” atau “Allāhumma war ighwajfiriamnī ighburinī īnamīnī” warzuqnī wa ‘āfinī (artinya : Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, bimbing aku, perbaiki kekuranganku, beri aku makan dan beri aku kesehatan!)”
Demikian pula ketika ia berdiri setelah sujud, ia berdiri tegak di hadapan ahli tafsir dan tidak tergesa-gesa seraya mengucapkan: “Rabbanā wa lakal ḥamdu ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīhi, mil’a as-samāwāti, wa mil’a al-arwaḍ’a, wa mil’a al-arwaḍ’a’ mā syi’ta min syai’in ba’du (artinya: Ya Tuhan kami, dan segala hormat kepada-Mu dengan puji-pujian yang melimpah, baik dan penuh keberkahan, seluruh langit, seluruh bumi, semua yang ada di antara keduanya, dan semua yang kamu inginkan setelahnya).
Sesekali beliau dapat menambahkan doa: “Ahlats tsanā’i wal-majd, aḥaqqu mā qālal ‘abdu, wa kullungā laka’ abdu, lā māni’a limā a’ṭaita, wa lā mu’limāmana’ia, wa lā mu’limāmana’ia’ żal-jaddi minka al-jadd (artinya: Engkaulah Pemiliknya). segala pujian dan kemuliaan, ucapan yang paling berharga dari para hamba, dan kami semua adalah hamba-hamba-Mu. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan apa yang Engkau cegah, dan tidak ada manfaat dari harta orang-orang yang mempunyai harta, karena itu baik di hadapan-Mu.
Maka hendaknya seorang muslim meneladaninya Shallallahu alaihi wa sallam dan berusaha mengikuti perbuatan dan perkataannya dalam segala urusan ibadah, baik itu dalam segala bentuk ibadah, baik itu shalat, puasa atau yang lainnya. Itu saja.
Syekh Bin Baz
Artikel sumber PDF
🔍 Shollu Alan Nabi Muhammad, Cara Pagar Rumah dengan Ayat Alquran, Kisah Mantan Syiah, Tanggal Berapa Puasa Rajab, Rahasia Malam Jumat
Dikunjungi 5 kali, 1 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 3


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.