
Hanya beberapa langkah dari Gang Al-Mustofa di Desa Bantarjati Kaum, terdapat Masjid Al-Mustofa yang merupakan masjid tertua di Kota Bogor. Berdasarkan keterangan prasasti yang terdapat pada fasadnya, masjid ini didirikan sekitar tahun 1728. Pendiri masjid ini adalah Tubagus Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala. Mengutip artikel Liputan6.com (2017), Tubagus Mustofa Bakri merupakan pendeta asal Banten yang merupakan keturunan Sunan Gunung Jati, sedangkan Raden Dita Manggala merupakan keturunan Kesultanan Cirebon.
Daya tarik masjid ini bukan hanya statusnya sebagai masjid tertua di kota Bogor. Di dalamnya juga terdapat satu-satunya Alquran kuno yang diketahui hingga saat ini di Bogor. Kini Alquran kuno disimpan dalam kotak kaca. Kondisinya semakin memburuk dengan tanda-tanda kerusakan akibat air seperti noda air, tulisan pudar, kertas menggulung, lapisan kertas terkelupas dan adanya jamur.
aku

Alquran kuno dari kertas Eropa
Alquran kuno ini berukuran panjang 30 cm, lebar 20 cm, dan tebal 7 cm. Sampul Alquran kuno ini berwarna hitam dan diyakini terbuat dari kulit sapi. Uniknya, bagian dalam sampul kulit ini dibubuhi bekas-bekas naskah tulisan Arab lainnya agar sampulnya semakin kokoh. Al-Qur’an kuno ini terdiri dari 269 halaman dengan 15 baris ayat setiap halamannya. Ayat-ayat di dalamnya ditulis dengan tinta hitam dan merah. Sayangnya isi Al-Qur’an kurang lengkap karena tidak ada surat Al-Fatihah, dan halaman terakhir hanya sampai kepala surat Al-Qariah. Halaman lain mungkin hilang. Kertas yang digunakan adalah kertas Eropa yang biasa digunakan untuk menyalin Al-Quran kuno di nusantara.
Menariknya, ketika Anda melihat kertas Al-Quran, Anda bisa melihat segel kertas dan padanannya. kamu Kajian tentang kondisi fisik dan seluk-beluk naskah (2012), Eva Syarifah Wardah menjelaskan bahwa stempel kertas merupakan merek dagang yang menunjukkan logo suatu pabrik tempat produksi kertas Eropa, sedangkan stempel counter merupakan stempel yang biasa terdapat pada halaman sebelah stempel kertas tersebut. Stempel kertas yang muncul dalam Alquran kuno adalah Pro Patria. Stempel kertas tersebut dipasangkan dengan tiga stempel counter pada halaman berbeda, yaitu Van der Ley, WW&H Pannekoek, SAYA GB Berrends.

Seharusnya disalin di Java
Siapa yang mentranskripsikan Alquran kuno ini tidak dapat ditentukan karena tidak terdapat kolofon (catatan penulis) di dalamnya. Beberapa Al-Qur’an kuno mempunyai tanda warna pada halaman terakhir yang berisi informasi tentang salinan, waktu dan tempat Al-Qur’an. Tokoh setempat memperkirakan penyalin Alquran kuno ini adalah Tubagus Mustofa Bakri atau putra sulungnya Hasan Arya.
Pada tanggal 14 November 2023, saya dan Ali Akbar, peneliti Al-Qur’an kuno di Indonesia, mengamati Al-Qur’an kuno tersebut di Masjid Al-Mustofa. Menurut Ali Akbar, Alquran kuno ini diyakini telah disalin di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Timur. Keraguan ini terlihat dari ornamen yang menjadi ciri khas penyalinan Jawa. Beberapa fitur tersebut adalah sebagai berikut.
- Dekorasi iluminasi khas Jawa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata iluminasi berarti penerangan. Namun dalam tradisi menyalin Al-Qur’an, iluminasi merupakan hiasan yang membingkai halaman-halaman Al-Qur’an. Menurut Fadhal AR Bafadal dan Rosehan Anwar u mushafi indonesia kuno (2005), bagian-bagian Al-Qur’an yang biasa disinari adalah halaman pertama, tengah, dan terakhir.
Dalam tradisi kuno penyalinan Alquran, daerah-daerah di Indonesia dicirikan oleh iluminasi. Annabel Teh Gallop dalam artikelnya Seni Al-Qur’an di Jawa (2012), menyatakan iluminasi khas Jawa berbentuk persegi yang membingkai ayat-ayat dengan segitiga di luar bingkai. Jejak iluminasi ini dapat dilihat pada Al-Qur’an kuno koleksi Masjid Al-Mustofa. Meski halaman judul Alquran kuno ini rusak, Ali Akbar masih bisa mengenali pola iluminasi dari sisa bagian kertas tersebut.
- Ta’marbutah yang berliku-liku di bagian kepala surah
Fitur ini juga disebutkan oleh Annabel Teh Gallop dalam artikelnya. Di Jawa kuno menyalin Al-Qur’an, biasanya ta’marbutah Kepala surah ditulis berlebihan, yaitu berliku-liku.

- Huruf ain di tengahnya dapat dikenali
Ciri tersebut dijelaskan oleh Ali Akbar saat saya wawancara pada tanggal 14 November 2023. Pada aksara ain khas Jawa, bentuk ainnya lebih besar dibandingkan ain pada umumnya yang datar. Kedua cara penulisan ain tersebut berbeda. Pada khas Jawa ain, lengkungan dari bawah ditarik ke atas membentuk kepala huruf ain, kemudian lengkungan tersebut ditarik ke bawah membentuk lengkungan yang berdekatan di sebelahnya, sedangkan garis-garis huruf ain pada umumnya berpotongan membentuk huruf ain datar.
aku

Bagaimana menuju ke Bogor?
Tak heran jika Alquran kuno dari Pulau Jawa bisa sampai ke Tanah Sunda. Kedua wilayah ini mudah dijangkau melalui jalur darat, dan hubungan keilmuan Islam sudah terjalin sejak lama. Diperlukan bukti lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana Al-Qur’an kuno ini sampai ke Sunda. Namun kita bisa membandingkannya dengan catatan sejarah untuk mengetahui pergerakan Al-Qur’an pada zaman dahulu.
Dalam artikel tersebut Naskah terjemahan Al-Qur’an di Candi Cangkuang, Garut (2021), Jonni Syatri menyatakan Al-Qur’an berisi terjemahan dalam bahasa Jawa Dialek Muria dengan aksara Pegon. Alquran disalin oleh seorang ulama bernama Arif Muhammad dan kemudian dibawa ke Garut, Jawa Barat.
Selain itu, dalam pekerjaan Sundanisasi Al-Qur’an (2011), Dadan Rusmana menyatakan bahwa umat Islam Sunda mempelajari Al-Qur’an melalui tafsir Jawa pada zaman dahulu. Baru pada abad ke-20, H. Hasan Mustapa menggagas penyusunan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Sunda. Jadi tidak menutup kemungkinan para ulama zaman dahulu mempelajari Islam di tanah Jawa kemudian menyebarkannya di negeri Sunda.
Dari kisah sejarah tersebut kita bisa mengetahui bagaimana Al-Quran asal Jawa berasal dari negeri Sunda. Ada yang karena mobilitas ulama, pendidikan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keberadaan Alquran kuno dalam koleksi Masjid Al-Mustofa merupakan warisan berharga nenek moyang kita. Apalagi Alquran kuno ini satu-satunya yang ada di Bogor. Pelestariannya merupakan perhatian penting bagi kita semua. Kita sebagai pengunjung masjid dapat melakukan hal ini dengan menghindari kontak fisik dengan Al-Qur’an karena kondisinya yang rapuh. Berikutnya menjaga kebersihan dan kekeringan area masjid untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi keawetan Al-Qur’an. Upaya ini tentu memerlukan kesadaran dan kerja sama berbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Baca juga: Tarikhul Auliya` Kiai Bisri Musthofa, Sejarah Penjaga Tanah Jawa
Pengarang : Astari Syahputri Anaf
Editor: Sutan
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.