Editor:
Tebuireng Online [Rara Zarary]
Reporter:
Bakhitjauharullaudza

Tebuireng.online— Sebanyak 592 siswa Sekolah Islam Putra Tebuireng resmi mengikuti prosesi wisuda Takhassus dan Bin Nadhor pada Minggu malam (24/05/2026) di Lapangan Tebuireng. Acara ini dihadiri oleh Pengurus Pondok Pesantren Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, Ketua Pondok Putra Ustadz Slamet Habib, Asatidz, Pembina, Wali Wisudawan dan Pembina PP Al Anwar 3 Rembang (Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoturen dalam wisuda kali ini) selaku wisudawan.
Baca Juga: Penuh haru dan bangga, empat mahasiswa dinyatakan sebagai wisudawan terbaik
Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Ustadz Slamet Habib mengenang perjalanan santri yang selalu tekun dalam proses pembelajaran. Alhamdulillah setiap subuh mengaji, membaca Al-Quran, membaca Takhassus Al-Quran di sore hari, lalu membacakan Al-Quran kepada Kiai di malam hari, ujarnya. Ustadz Habib berharap para wisudawan memperoleh keberkahan dan ilmu bermanfaat yang dapat diterapkan di masyarakat.
Melanjutkan Ustadz Syifaul Fuad, dalam laporannya menyebutkan 592 wisudawan tersebut terbagi dalam beberapa jenjang pendidikan antara lain Takhassus Ulya 37 siswa, Takhassus Wustho 153 siswa, Bin Nadhor SMP 205 siswa, Bin Nadhor SMA 153 siswa dan Bin Nadhor Muallimin 44 siswa.
Lebih lanjut, Mudir III Bidang Pembinaan Pondok dan Diniyah, H. Lukman Hakim, BA yang mewakili asatidze dan pengawas menyampaikan terima kasih kepada para wali santri yang mempercayakan pendidikan putra-putranya di Pondok Pesantren Tebuireng. Ia menegaskan, wisuda kali ini hanyalah langkah awal menuju perjalanan panjang selanjutnya.

Banyak santri di pesantren yang menonjol, namun belum tentu berdampak besar di masyarakat. Sebaliknya, santri yang sering mengantuk di pesantrennya justru menjadi sosok yang paling berguna di masyarakat,” tegas H. Lukman Hakim.

Baca Juga: Tebuireng Lepas 818 Wisudawan, Santri Siap Hadapi Era AI dengan Iman dan Ilmu
Mewakili wali ponpes, KH. Agus Abdul Mughni selaku Mudir IV Bidang Human Capital memberikan pesan kepada para mahasiswa. Mengutip ajaran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Adabul Alim wal Muta’allimKH. Agus Abdul Mugni menekankan pentingnya karakter perang (hati-hati).
“Berperilakulah sendiri perang– Nah, jauhi hal-hal yang mencurigakan. Saat ini banyak sekali orang-orang yang pandai, cerdas dan mempunyai banyak gelar, namun ilmunya tidak membawa manfaat apapun, malah menjatuhkan orang lain. Untuk apa? “Karena hatinya gelap, hidupnya dikelilingi hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.
Memasuki acara inti, Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen. Dalam ceramahnya, ia mendalami sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. pada masa pasca nubuatan sebelum kerasulan atau setelah umur 25 sampai dengan umur 40 tahun. Dalam jangka waktu 15 tahun, beliau sependapat dengan para ulama yang mengartikan 15 tahun sebagai jangka waktu penebusan dosa Kanjeng Nabi sama saja dengan santri di pesantren.
“Sebelum Nabi menerima wahyu Al-Qur’an, beliau mondok. Tapi mondoknya seperti itu,” jelasnya.
Selain itu, beliau mengingatkan kepada para mahasiswa agar tidak berpuas diri jika hanya bertahan 3 atau 6 tahun saja, namun harus terus memperpanjang masa studinya agar bisa mencontoh masa depan. penebusan dosa 15 tahun Nabi Muhammad SAW.
“Jadi kalau santri hanya berumur 3 tahun, 6 tahun, itu masih belum, makanya Nabi harus ditambah 15 tahun,” ujarnya.
Baca juga: 304 Santriwati Tebuireng Ikut Wisuda Santri Purnawirawan Bil Ghaib
Dihadapan mereka yang hadir, beliau menekankan pentingnya tradisi membaca Alquran. “Anak-anak kita harus belajar Al-Quran minimal sekali seumur hidup mulai dari Al-Fatihah sampai Ana,” tegas Pengasuh Al Anwar 3.
Malam penuh berkah ini diakhiri dengan pembacaan doa KH. Ahmad Syakir Ridwan, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan mahasiswa terbaik, sekaligus puncak acara wisuda. Acara resmi ditutup dengan pemutaran film video demi film Wisuda Takhasus dan Bin Nadhor pada tahun 2026.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.