pertanyaan:
Setiap tahun terjadi kebingungan tentang awal dan akhir bulan Ramadhan yang penuh berkah, sehingga negara-negara Muslim berbeda antara awal dan akhir. Apa solusi untuk masalah ini?
menjawab:
Pertanyaan ini sebenarnya fleksibel dan longgar, alḥamdulillāh. Setiap penduduk suatu negara mempunyai rukyatnya masing-masing, sebagaimana tercantum dalam riwayat shahih Ibnu ‘Abbas Radhiyallāhu ‘anhu. Ketika seorang laki-laki bernama Kuraib dari Syam datang ke Madinah, ia bertanya kepada Ibnu Abbas tentang puasa Mu’awiya Radhiyallāhu ‘anhu dan masyarakat Syam. Kuraib menjawab bahwa masyarakat melihat hilal pada hari Jum’at, maka Mu’awiyah Radhiyallāhu ‘anhu dan masyarakat Syam pun mulai berpuasa.
Ibnu Abbas berkata: “Kami melihat hilal pada hari Sabtu, maka kami berpuasa sampai selesai menghitung hilal atau sampai kami melihat sendiri hilal.”
Di sini, Ibnu ‘Abbas Radhiyallāhu ‘anhu berpendapat bahwa Syam jauh sekali dan masyarakat Madinah tidak wajib mengikuti rukyat masyarakat Syam.
Hal ini merupakan pendapat banyak ulama dan menyatakan bahwa setiap negara mempunyai rukyatnya masing-masing. Jika hilal misalnya terlihat di Arab Saudi, dan masyarakat Suriah, Mesir atau negara lain berpuasa ruqyat ini, maka itu baik menurut keumuman hadits yang ada.
Namun jika mereka tidak berpuasa dan tidak melihat sendiri hilal, maka tidak mengapa berpuasa menurut ruqyatnya sendiri. Keputusan Majelis Ulama Tinggi Arab Saudi diambil, bahwa setiap negara berhak atas ruqyatnya masing-masing, sesuai dengan hadits Ibnu ‘Abbas dan hadis-hadis terkait. (Dari program Nūr ‘alā ad-Darb, dikutip dalam Majmūʿ Fatāwā wa Maqālāt ash-Syaikh Ibni Bāz 15/84).
Syekh Bin Baz.
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Masuk Islam, Pasik Is, Kurban untuk Orang Tua Meninggal, Istri Nabi Musa, Qasidah Sholawat Nabi
Dikunjungi 173 kali, 4 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 140


PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.