
Tebuireng.online— Halal bi Halal Momentum dan Tebuireng Alumni Tebuireng menjadi ajang silaturahmi penuh makna yang tidak hanya sekedar melepas kerinduan namun juga bagian dari penerapan nilai ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh penjaga Madrasah Ibtidaiyah Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, dalam sambutannya, Minggu (18/04/2026) pada acara Halal bi Halal dan temu alumni yang digagas Ikapete, di halaman Pesantren Tebuireng.
Baca juga: Gus Kikin mengungkap kunci utama menghadapi tantangan perpecahan
Dalam sambutannya, kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini menegaskan, reuni alumni bukan sekedar “nostalgia” namun memiliki nilai spiritual yang mendalam. Menurutnya, menjaga silaturahmi dan silaturahmi antar sesama alumni merupakan bagian dari upaya untuk saling mendukung dalam menjalankan tanggung jawab di tengah kesibukan masing-masing.
Ia juga menyinggung sejauh mana jaringan alumni Tebuireng yang saat ini sulit terdata secara akurat. Gus Kikin mengutip catatan sejarah dari buku Bapak Umat Islam Indonesia karya KH. Abdul Karim Hasyim menyatakan bahwa pada tahun 1942 terdapat sekitar 20.000 orang dari Jawa dan Madura yang menjadi murid Hadratusssyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dan kontribusi santri Tebuireng sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Saat itu mahasiswa mempunyai peran yang luar biasa, tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga sebagai pejuang kemerdekaan dan pembelaannya. Itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.

Baca juga: Menyoroti Kurangnya Generasi Z di Acara Alumni, Gus Irfan: Beri Mereka Ruang untuk Menjadi Pengurus
Lebih lanjut Gus Kikin mengingatkan tantangan masa kini jauh berbeda, apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi yang sulit diprediksi. Ia menegaskan, modernisasi tidak bisa dihindari, namun harus diikuti agar tidak ketinggalan. Namun nilai-nilai dasar yang diperoleh selama bersekolah di pesantren harus tetap dipertahankan.
“Kita tidak bisa menolak modernisasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menjaga ilmu dan nilai-nilai yang telah diwariskan. Ini harus tetap menjadi pedoman kita,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan adanya kecenderungan manusia yang mudah terbawa arus pembangunan dan melupakan prinsip serta adab yang diajarkan di pesantren. Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan dampak teknologi yang dapat mengganggu kepekaan jantung jika tidak ditangani dengan bijak.
Melalui kegiatan Halal bi Halal ini, Gus Kikin berharap para alumni dapat mengingat masa-masanya di pesantren, termasuk nilai-nilai etika, rasa hormat dan kesederhanaan yang telah diajarkan sebelumnya. Ia menyebut momen ini sebagai sarana refleksi dan “penyegaran” untuk menguatkan jati diri santrinya.
Baca juga: Konferensi nasional IKAPETE memperbarui struktur kelembagaan, berfokus pada isu-isu perempuan dan budaya
Beliau juga menyinggung Dr. KH. Muhammad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan yang hadir sebagai perwakilan keluarga dzurriyah, Gus Kikin mengapresiasi kehadirannya di tengah kesibukannya menjabat menteri. Menjaga silaturahmi, menurut Gus Kikin, juga menjadi tantangan dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kesempatan ini harus kita manfaatkan untuk mengingat apa yang telah kita pelajari. Bagaimanapun kita tetap pelajar selama kita mencari ilmu,” tutupnya.
Reporter: Helfi Livia
Editor: Rara Zarary
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.