Pengarang:
Ph.D. Amir bin Muhammad al-Mudari
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada para nabi dan rasul yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabat sekalian. Amma ba’du:
Wahai saudara-saudaraku yang terkasih! Berapa kali kita melewati saat-saat yang membuat kita meninggalkan sesuatu yang kita sukai atau nyaman, mungkinkah kita meninggalkannya dengan harapan mendapat keridhaan Allah? Pernahkah kita memikirkan kompensasi yang Tuhan janjikan kepada kita atas kerugian tersebut? Sebagaimana disebutkan dalam salah satu atsar:
Insya Allah
“Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”
Wahai saudara-saudaraku yang aku cintai karena Allah! Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berjanji kepada hamba-Nya yang shaleh, bahwa barangsiapa meninggalkan sesuatu di jalan-Nya, baik berupa harta, nafsu, kebiasaan, maupun dosa, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, pengganti yang tidak ada bandingannya nilainya dari sesuatu yang hilang. Boleh jadi balasannya diberikan di dunia atau di akhirat, dan kita selalu mengharapkan balasan yang terbaik berupa pahala yang paling besar di surga.
Diriwayatkan dalam hadits shahih dari Abu Qatadah dan Abu Ad-Dahma bahwa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللَّهِ عَزَّ وَاّلَ وَجَ أَعْطَاكَ اللَّهُ atau
“Sesungguhnya kamu tidak meninggalkan sesuatu karena ketaqwaanmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun Allah akan memberimu sesuatu yang lebih baik dari itu.” (Musnad Imam Ahmad, jilid 5, hal. 363).
Oh saudara-saudara! Janji besar ini memberi kita semangat untuk bersabar dan berani berkorban dalam menghindari hal-hal yang dilarang dan hawa nafsu yang menjauhkan kita dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, betapapun besarnya kerugian dunia yang mungkin menimpa kita, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.
Dalam Sahih Al-Bukhari dan Muslim terdapat riwayat dari Abu Huraira Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
pesan jika Tuhan menghendaki فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا بِمِثْلِهَا, وَإَِرَ تهَرَ مِنْ أَجْلِي فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً. Dan
Allah SWT berfirman: ‘Jika hamba-Ku berniat berbuat keburukan, maka janganlah kamu tuliskan sampai dia mengerjakannya. Jika dia melakukannya, tuliskanlah keburukannya yang sama. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ini adalah janji dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahwa Dia akan mengganti dengan kebaikan yang melimpah bagi hamba-hamba yang meninggalkan dosa karena mengharap keridhaan-Nya. Ini adalah wujud kemurahan Tuhan kita yang begitu besar.
Sahal bin Muadh bin Anas Al-Juhani juga meriwayatkan dari ayahnya bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسَ تَوَاضُعًا لِلَّهِ وَهُوَ يَقْدَ يَقْدَ يَقْدَ يَقْدِر, jika Tuhan menghendaki, jika Tuhan menghendaki, jika Tuhan menghendaki, jika Tuhan menghendaki.
“Barangsiapa meninggalkan pakaian (mewah) karena menaati Allah padahal ia mampu memakainya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lalu biarkan dia memilih pakaian iman mana yang ingin ia kenakan.” (HR. At-Tirmidzi 2/79, Al-Hakim 4/183, Ahmad 3/439).
Diriwayatkan dari Sahal dan juga dari ayahnya bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ شَهْوَةً وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهَا تَوَاضا, semoga Allah memberkati dia الْخَلَائِقِ
“Barangsiapa yang melepaskan hawa nafsu padahal ia mampu, karena ia berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan semua makhluk.” (HR. Imam Al-Bukhari dalam kitabnya At-Tarikh 6/2/101).
Diriwayatkan juga dari Hudzaifa bin Al-Yaman bahwa Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bersabda:
Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah. kedamaian dan berkah
“Memandang wanita adalah salah satu anak panah setan yang beracun, barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya iman, bahwa manis di hatinya.” (HR.Ahmad u Al-MusnadAl-Hakim di Al-Mustadrak jilid 4, hal. 313, Al-Qudha’i dalam kitabnya Al-Musnad volume 1 hal. 195, dan At-Thabrani masuk Al-Kabir TIDAK. 10362).
Wahai saudara-saudaraku yang terkasih! Perhatikanlah kisah sahabat mulia Rasulullah, Shuhaib Ar-Rumi Radhiyallahu ‘anhu, seorang lelaki yang mempunyai harta berlimpah ketika berada di Makkah. Ketika kaum musyrikin semakin menindasnya, ia memutuskan hijrah ke Madinah, meninggalkan harta dan keluarganya di Makkah demi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan keridhaan-Nya. Allah memberinya pahala yang lebih baik di akhirat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikannya salah satu penghuni surga, Dengan rahmat dan karunia-Nya.
Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang diturunkan mengenai Shuhaib dan para muhajirin lainnya, yang meninggalkan dunia untuk mencari keridhaan Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءِ اللَّهِ
“Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah.” (QS. Al-Baqarah : 207).
Nabi (saw) juga berkata kepadanya, “Wahai Abu Yahya, ini jual beli yang menguntungkan!” (HR. Al-Hakim in Al-Mustadrak dan beliau menilai hadis ini sahih dan memenuhi syarat sahihnya Imam Muslim).
Perhatikan kisah Nabi Yusuf Alayhissalam yang meninggalkan kesenangan dan dekorasi dunia, menolak terjerumus ke dalam kemaksiatan meski godaannya begitu besar, dan lebih memilih dipenjara daripada mengkhianati amanah yang dimilikinya. dia berkata:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنَِِي فَاسْستَجَابَ لَهُ رَبُّهُ
“Dia (Yusuf) berkata: ‘Ya Tuhanku, penjaraku lebih besar dari apa yang mereka masukkan ke dalamnya.’ lalu Allah mengabulkan doanya.” (QS.Yusuf:33-34).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan permohonannya dan menggantinya dengan yang lebih baik, memberinya kekuasaan di muka bumi dan kedudukan yang tinggi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الأَرْضِ … وَلاَ نُضِيعُ
“Dan demikianlah Kami berikan kepada Yusuf kedudukan (kekuasaan) di negeri itu, dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Yusuf:56).
Berikanlah kelonggaran kepada seseorang yang sedang kesusahan, niscaya Allah akan mengampuninya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu atas wewenang Nabi SAW, bahwa beliau bersabda:
bahasa: Insya Allah اَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا. قَالَ: فَلَقِيَ اللَّهَ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ
“Pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang memberikan pinjaman kepada orang. Ia berkata kepada hambanya: ‘Jika kamu mendatangi seseorang yang sedang kesusahan (tidak mampu membayar utangnya), maka ampunilah dia, semoga Allah mengampuni kita.’ Maka ketika dia bertemu Allah, Allah mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, dari Ibnu Mas’ud, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Tuhan memberkati Anda pesan قَالَ: لَا. Kata sandi: تَذَكَّرْ. Kata: لَا, إِلَّا أَنِّي كُنْتُ أُدَايِنُ النَّاسَ, فَُُْتُُُْتُْ فِتْيَانِي انْ يُنْذِروا الْمُسِرَ, وَيَتَجَاوَزُوا عَ الْمُعْسِرِ. Facebook
“Sesungguhnya para malaikat menyambut ruh seorang laki-laki dari umat sebelum kamu. Mereka berkata kepadanya: ‘Apakah kamu pernah berbuat kebaikan?’ Dia menjawab, ‘Tidak.’ Mereka berkata, ‘Ingat.’ Beliau menjawab: ‘Tidak, kecuali aku memberikan pinjaman kepada orang, aku memerintahkan hamba-hambaku untuk memberikan tunjangan kepada orang yang mampu dan memaafkan orang yang kesulitan membayarnya.’ Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Maafkan dia.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Wahai saudara-saudaraku yang terkasih! Jangan takut meninggalkan sesuatu demi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena Allah tidak akan mengecewakan harapan orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Dia tidak akan menggantikan hamba-Nya kecuali dengan sesuatu yang lebih baik, maka kuatkan tekad kita dalam meninggalkan hal-hal yang menimbulkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tingkatkan keimanan kita bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menggantikan kita dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah hilang.
Kami mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang memperhatikan apa yang kami ucapkan dan mengikuti apa yang terbaik, membantu kami dalam menunaikan ketaatan kepada-Nya, dan menganugerahkan kepada kami surga tertinggi, Surga tanpa hisab.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat semuanya.
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Kepuasan Istri Menurut Islam, Mengatasi Suami yang Bandel, Doa Ghaib, Gambar Surat Kursi, Ciri-ciri Kiamat Sugra
Dikunjungi 1,357 kali, 1 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 74


Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.