Pengarang:
Saraf Labial
Manusia pada hakikatnya mencintai dirinya sendiri, keberadaan dan kesempurnaannya, dan pada hakikatnya mereka mencintai siapapun yang berbuat baik padanya. Hal ini hendaknya menjadi sebab kecintaannya yang sebesar-besarnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena bagaimana bisa dibayangkan seseorang mencintai dirinya sendiri dan tidak mencintai Tuhannya yang menjadi sumber keberadaan, keberadaan, kelangsungan dan kesempurnaannya? Bagaimana bisa kita membayangkan mencintai manusia lain yang telah berbuat baik padanya, namun tidak mencintai Zat yang telah melimpahkan kepadanya segala bentuk kebaikan tanpa batas? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan nikmat apa pun yang kamu peroleh, (semuanya) berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl : 53).
Imam Al-Ghazali berkata: “Penjelasannya, misalkan ada seseorang yang memberikan kepadamu seluruh harta dan harta bendanya, dan memberimu izin untuk membelanjakannya sesuai keinginanmu, niscaya kamu akan mengira bahwa ini adalah kebaikannya, padahal itu salah. Padahal, kebaikan orang itu hanya melalui hartanya, penguasaannya terhadapnya dan dorongannya untuk memberikannya kepada orang itu dan dia yang menciptakan keinginannya, dan Kami menciptakan keinginannya dan orang itu, namun yang menciptakan keinginannya untukmu. cinta, dia memaksamu untuk tunduk padanya, agar dia tidak memberimu harta, maka (karena desakan itu) dia terpaksa memberimu harta, dan dia tidak bisa menolaknya.
Apakah hati Anda kemudian merasakan cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala?
Cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan kuat di hati seseorang kecuali ia mengosongkannya dari apa pun selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan memutuskan segala hubungan dengan dunia dan makhluk. Karena bagaimana cintamu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa kuat sedangkan hatimu masih bergantung pada dunia dan isinya, atau bergantung pada makhluk-Nya? Bagaimana mungkin cinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hatimu bisa sejajar dengan cinta pada makhluk?
Padahal, jika kamu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dia akan memberi kamu, jika kamu meminta kepada-Nya, Dia akan memberi kamu. Sedangkan jika kamu meminta sesuatu kepada seorang pria, dia akan marah, memalingkan muka darimu, dan berpaling darimu seolah-olah dia tidak pernah mengenalmu! Allah Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Bahkan, sebagaimana sabda Nabi Sallallahu Alayhi Wasallam:
هُوَ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا
“Allah Subhanehu Wa Ta’ala lebih menyayangi hamba-Nya dibandingkan ibu ini menyayangi anaknya.” (HR. Al-Bukhari. Hadits Shahih, disebutkan dalam Al-Jami ash-Shahih TIDAK. 5999).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha pemaaf, mengampuni, menghapus dosa dan menutupi rasa malu. Namun, jika kekuasaan ada di tangannya, manusia pasti tidak mau menerima saudaranya di surga, karena manusia pelit, bahkan dalam memberikan kasih sayang. Ini sudah menjadi kebiasaan baginya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا
“Dan orang-orangnya sangat pelit.” (QS. Al-Isra : 100).
Ayat ini juga disebutkan dalam konteks pembahasan tentang kasih karunia.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji harus meminta maaf kepada tetangganya, karena hak asasi manusia dibangun di atas kekikiran. Sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengampun, Maha Menerima Taubat, melipatgandakan amal shaleh dan mengampuni kesalahan. Dialah yang mengungkap musibah setelah menimpa kita, Dialah harapan dan harapan kita. Ya Tuhan kami, segala puji hanya milik-Mu, puji-pujian yang setimpal dengan keagungan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu, puji-pujian yang melimpah, baik dan penuh keberkahan.
يَا مَنْ إِذَا قُلْتُ يَا مَوْلَيَ لَبَّانِي يَا وَاحِدًا مَا مَا مَا مُلْكِهِ ثَانِي
Wahai Yang, jika aku berseru: “Ya Tuhanku!”, Dia menjawabku. Ya Yang Maha Kuasa, tidak ada sekutu dalam kerajaan-Nya
jika Tuhan memberi
Aku berdosa, namun Engkau menutupi rasa maluku, aku lupa, namun Engkau mengingatku. Bagaimana aku bisa melupakanMu, wahai Yang tak pernah melupakanku
Setelah semua itu, bukankah hatimu masih dipenuhi rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala?
Cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan kuat bila tidak mengenal-Nya, sebab rasa tenteram dalam hati tidak akan timbul kecuali melalui ilmu kepada-Nya. Maka tidak ada sesuatu pun yang dapat menuntun hamba kepada ilmu tersebut kecuali – sebagaimana dikatakan Imam Al-Ghazali –: “Akal yang jernih, dzikir yang konsisten, keikhlasan dalam mencari-Nya dan mencari petunjuk-Nya melalui amal-amal-Nya.
Keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kekuasaan-Nya, ilmu-Nya dan segala sifat-sifat-Nya yang lain pasti disaksikan oleh segala sesuatu yang kita lihat, batu, pohon, tanah, tumbuh-tumbuhan, hewan, bumi, langit, bintang, daratan dan lautan, bahkan yang pertama kali kita saksikan adalah jiwa dan raga kita, perubahan keadaan kita, perubahan keadaan hati kita dan segala gerak-gerik kita.”
Ketika pengetahuan diperoleh, cinta pun mengikuti. Andai saja aku tahu, apakah ada sesuatu di alam semesta ini yang lebih agung, lebih tinggi, lebih mulia, lebih sempurna dan lebih agung daripada Dzat yang menciptakan, Menghadirkan, Menampakkan, Menciptakan dan Mengatur alam semesta ini?
Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Sesungguhnya orang yang mengenal Tuhannya pasti mencintai-Nya, dan orang yang mengetahui hakikat dunia harus bertapa terhadap-Nya.”
Beliau bersabda pula: “Orang-orang yang mengenal Rabbnya, wajib mencintai-Nya. tidak ada kekasih bagi orang-orang yang berakal kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan tidak ada yang berhak mencintai selain Dia.”
Orang yang mencintai Penciptanya tentu akan menjalankan ketaatan, ibadah dan pendekatannya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, tanpa rasa lelah atau bosan. Mungkin badan lelah, tapi hati tidak lelah.
Farqad As-Sabakhi berkata: “Aku pernah membaca di salah satu kitab: Siapa yang mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahulukan apa yang diinginkan-Nya.
Para pecinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah bosan untuk terus beramal shaleh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka mencintai-Nya, mereka senang menyebut-nyebut-Nya, mereka berusaha agar orang lain mencintai-Nya, mereka selalu memberi nasehat kepada hamba-hamba-Nya dan mengkhawatirkan nasib mereka atas amal-amal mereka di hari kiamat, hari dimana segala keburukan akan terungkap. Merekalah para wali, pecinta dan umat pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Merekalah yang tidak merasa nyaman kecuali dengan bertemu dengan-Nya.”
Imam Al-Ghazali berkata: “Ketahuilah, orang yang paling bahagia dan terbaik di akhirat adalah orang yang paling kuat cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena akhirat itu berarti datang kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan memperoleh kebahagiaan bertemu dengan-Nya. senang hati!”
Buah cinta diantaranya adalah memperoleh ketenangan ketika berdoa dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada-Nya, membaca Kitab-Nya, memanfaatkan keheningan malam tanpa gangguan untuk menghadap-Nya, karena tingkat cinta yang paling rendah adalah perasaan puas saat berduaan dengan kekasih dan senang berbincang dengannya.
يَا غَافِلاً وَالجَلِيلُ يَحْرُسُهُ مِنْ كُلِّ سُودٍ يَدِبُي الذُّلَمِ
Wahai manusia yang ceroboh, ketika Yang Maha Kuasa menjaganya. Dari segala kejahatan yang merayap dalam kegelapan
كَيْفَ تَنَامُ العُيُونُ عَنْ مَلِكٍ تَأْتِيهِ مِنْهُ ف٦َِئَ النِّعَمِ
Bagaimana seseorang bisa menutup mata dari Raja Yang Maha Esa. Dari-Nya segala bentuk kenikmatan
Al-Hasan berkata: “Barang siapa yang puas dengan rezeki yang diberikan kepadanya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan melimpahkan dan memberkati makanan itu untuknya. Dan barangsiapa yang tidak puas, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan melimpahkan dan memberkatinya.”
Makhul berkata: “Saya pernah mendengar Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Ada seseorang yang istihara kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberinya pilihan, namun kemudian dia tidak puas dengan pilihan itu.
Hal ini sebenarnya terjadi, jika kita memahami Allah Subhanahu Wa Ta’ala, betapa banyak ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sebenarnya mengandung kelembutan, rahmat dan segala kebaikan untuk kita!
Betapa banyaknya godaan dan musibah yang di baliknya tersembunyi anugerah dan manfaat! Berapa banyak percobaan yang mengandung ketinggian! Ya Allah, betapa mulianya Engkau, betapa lembutnya Engkau, dan betapa besar rahmat-Mu!
Wahai Zat yang rahmatnya meliputi segalanya, wahai Zat yang lebih penyayang dari ibu yang melahirkan kami! Wahai Zat yang ketika sarana habis, jalannya terhalang, harapan hancur, pertolongan terputus, dada menjadi sempit, keadaan menjadi begitu sulit, dan pintu tertutup dihadapan kita, lalu kita berseru, “Ya Allah!” maka kelembutan, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan akan datang dari-Mu.
Telapak tangan diulurkan kepada Allah di penghujung malam, tangan diulurkan saat ada keperluan, mata diulurkan saat membutuhkan, dan doa dipanjatkan saat terjadi musibah. Namanya terus-menerus diucapkan secara lisan, meminta pertolongan, memanggil dan memohon. Dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang, jiwa menjadi tenang, perasaan menjadi tenang, dan syaraf-syaraf menjadi rileks, maka keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik kepada hamba-Nya menjadi semakin kuat.
Setelah semua itu, hatimu masih belum merasakan rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala?
Diriwayatkan oleh beberapa orang yang disiksa di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahwa mereka berkata: “Seandainya kami dirusak sedikit demi sedikit, tidak ada yang bertambah dalam diri kami kecuali cinta kepada-Nya.”
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kenikmatan setelah ketetapan-Mu, kedamaian hidup setelah mati, kenikmatan melihat wajah-Mu, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu. Amin. Walhamdulillah rabbil ‘alamin.
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Cara menghilangkan ilmu hitam dalam islam, yang tidak masuk surga, berapa ayat surah Al Kahfi yang dibaca di hari jumat, doa agar terhindar dari syirik, kifar dalam islam
Dikunjungi 120 kali, 3 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 124


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.