pertanyaan:
Sahihkah hadits berikut ini, yang diriwayatkan dari diriwayatkan Ubada bin ash-Shamit Radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada para Sahabat Radhiyallāhu ‘anhum doa ini ketika Ramadhan tiba:
Tuhan memberkatimu وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allāhumma sallimnī min ramadhan wa sallim ramadhan lī wa sallimhu lī mutaqabbilā (artinya: Ya Allah, peliharalah aku di bulan Ramadhan, peliharalah Ramadhan untukku, dan peliharalah untukku dalam keadaan maklumat. [amalku])”?
menjawab:
Hadits tentang shalat
Tuhan memberkatimu وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allāhumma sallimnī li ramadhan wa sallim ramadhan lī wa tasallamhu minnī mutaqabbilā (artinya: Ya Allah, peliharalah aku di bulan Ramadhan, peliharalah Ramadhan untukku, dan terimalah dariku dalam keadaan maklumat. [amalku])” tidak memiliki Sunnah sah yang berlanjut hingga Nabi Muhammad SAW.
Namun, dari sejumlah ulama Salafi diriwayatkan bahwa mereka memanjatkan doa yang memiliki makna yang sama.
Nama: الحمد لله وصلاة وسلم atau التبراني في “الدعاء” (912) بسنده عن عمبٯ الله قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلّمنا الإناول الكلمة يدي جائو Kata-kata: Kata-kata: Kata-kata: Kata-kata وَسَلّمْ رَمَضَانَ لِي, وَتَسَلَّمْ مِنِّي مُتَقَبَّل رَمَضَانَ وردت بإلَّهُمَّ سَلِِمي لِرَمَضَانَ كما عند الذهباي في “سير ععلام النبلاء”, maka beliau berkata Al-Dahhabi رحمه الذهابي رحمه النبلاء تفرّد به خلف. pesan قال فيه الظهابي وابو زرعة والنصاي وابن حجر أقوالاً تدل على ضعرف Tuhan memberi وعبادة توفي Ini adalah hal yang baik. Pesan Pesan.
menjawab:
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Adapun yang berikut ini. At-Thabrani meriwayatkan dalam kitab tersebut Ad-Du’ā Nomor 912 dengan sanadnya dari ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallāhu ‘anhu, katanya.
“Nabi SAW mengajarkan kepada kita kalimat-kalimat ini ketika Ramadhan tiba, yaitu salah satu dari kita mengucapkan:
Tuhan memberkatimu وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
‘Allāhumma sallimnī min ramadhan wa sallim ramadhan lī wa tasallamhu minnī mutaqabbilā (artinya: Ya Allah, peliharalah aku di bulan Ramadhan, peliharalah Ramadhan untukku, dan terimalah dariku dalam keadaan maklumat. [amalku]).’”
Redaksi “Allāhumma sallimnī min ramadhān (Ya Allah, selamatkan aku untuk Ramadhan)” juga diriwayatkan dengan redaksi “Allāhumma sallimnī lī ramadhan” sebagaimana disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam kitab tersebut. Siyar A’lam an-Nubala’kemudian Adz-Dzahabi mengatakan bahwa hadits ini adalah gharib dan hanya orang halief saja yang meriwayatkannya.
Abu Ja’far ar-Razi, atau ‘Isa bin Mahan, adalah seorang narator yang dikritik karena keakuratan dan kekuatan ingatannya. Adz-Dzahabi, Abu Zur’ah, an-Nasa’i dan Ibnu Hajar menyebutkan beberapa hadis tentang dirinya yang menunjukkan lemahnya ingatannya.
Salih bin Kaisan juga tidak sempat bertemu dengan ‘Ubadah bin asy-Syamit, hal ini dibenarkan oleh At-Tirmidzi, dan ‘Ubadah meninggal sebelum ‘Uqbah dalam waktu yang cukup lama.
Doa ini juga diriwayatkan dalam mursala oleh Al-Hasan Al-Basri dan dalam sejarah yang panjang diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab Fadhā’il RamadhanNamun dalam sanad terdapat perawi yang tidak dikenal dan perawi yang lemah, hanya saja ada beberapa baris yang berstatus mursal.
Kesimpulannya, hadis ini tidak ada sunah sahih yang dapat dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW.
Namun doa dengan makna tersebut telah diturunkan dari beberapa ulama generasi awal yang membacanya. Diantaranya adalah riwayat yang dibawakan oleh At-Thabrani dengan sanad yang rupanya dianggap baik, dari Makḥūl yang biasa berdoa ketika bulan Ramadhan tiba: “Allāhumma sallimnī liramadhān wa sallim ramadhan lī wa tasallamhu minnbilā, Allah (swt. Selamatkan Ramadhan untukku dan terimalah dariku dalam keadaan maklumi).”
Untuk manfaat tambahannya, lihat jawaban pertanyaan tentang tidak membaca doa khusus di awal puasa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mengetahui.
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Masuk Islam, Pasik Is, Kurban untuk Orang Tua Meninggal, Istri Nabi Musa, Qasidah Sholawat Nabi
Dikunjungi 274 kali, 1 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 193


PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.