Pengarang:
dr. Abdussalam Hamud Ghalib
Kita akan membahas tiga amalan shaleh yang disebutkan dalam hadits Nabi Sallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Sallallahu alaihi wa sallam:
Tuhan memberkati Anda كَفَّارَاتٍ, وَثَلَاثُ دَرَجَاتٍ; pesan: pesan: pesan: pesan Kutipan: Tuhan memberkatimu فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى, وَالْعَدْلُ فِي الْغِي الْغَض الْغَض Pesan الْغَض فِي : Pesan kehendak Tuhan jika Tuhan memberkatimu, Tuhan memberkatimu وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِطعَامُ التَاءُ السَّلَامَالسَّلَامِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ.
“Tiga hal yang membinasakan, tiga yang menyelamatkan, tiga yang menghapus dosa, dan tiga yang meninggikan derajat, serta yang membinasakan adalah: kekikiran yang taat, syahwat yang mengikuti, dan kekaguman manusia terhadap dirinya sendiri, dan yang menyelamatkan adalah: bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, kaya raya, bila senang dan hemat, bila senang dan jujur. mengangkat statusnya adalah: memberi makan, menebar salam dan mendoakan di malam hari ketika orang sedang tidur.” (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Shu’ab Al-Iman dari hadits Enes bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan oleh Imam Eth-Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Awsath. Sebagian ulama menganggap hadis ini hasan dengan segala ayat dan hadis yang menyertainya.
Hadits Nabi yang mulia ini tidak hanya mengungkap penyakit hati yang menahun, namun juga menyebutkan obatnya, karena amalan yang shaleh adalah kebalikannya yang dapat menangani perbuatan yang merusak, dan hal yang dapat mengembalikan keseimbangan kehidupan manusia.
Berikut ini adalah praktik penyelamatan jiwa tersebut:
- Takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika saya sendirian atau di tengah keramaian
Pengertian dan Penjelasan : Takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah prinsip keimanan dan hiasan amal shaleh. Artinya seorang manusia merasa berada dalam pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap keadaan, baik saat sendirian maupun bersama orang lain di tengah keramaian. Rasa takut ini dapat menghindarkan seseorang dari terjerumus ke dalam dosa dan mendorongnya untuk berbuat baik. Barangsiapa bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika sendirian, maka ia tidak akan terbawa oleh amalnya, mengikuti hawa nafsunya dan tidak akan tunduk pada ketakwaannya, karena ia mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat segala sesuatu. Ketakutan ini merupakan obat mujarab untuk ujub (rasa kagum pada diri sendiri) dan hawa nafsu. Hal ini juga dapat memperkuat sifat khusyuk dan berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam hati.
Fitur dan manfaat
- Rasa diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala : Terdapat rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada sikap dan perilaku manusia, sehingga ia menjauhi kemaksiatan meskipun jauh dari pandangan manusia, karena hatinya dipenuhi rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengharap rahmat-Nya.
- Kerendahan hati dan pengakuan terhadap karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala : Sifat ini menjadikan pemiliknya selalu menganggap bahwa setiap kesuksesan dan prestasinya berasal dari karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bukan karena usaha pribadinya, dan sifat ini dapat menghindarkannya dari terjerumus ke dalam sifat buruk.
- Istiqamah/konsisten pada jalan yang benar: Hal ini dapat menghalangi seseorang untuk menuruti hawa nafsu dan mendahulukan hukum syariah di atas segala kepentingan pribadi, karena takut tersesat dari jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Apa yang para ilmuwan katakan tentang hal itu
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata dalam kitab tersebut Madarij As-Salikin: “Rasa takut ini adalah rasa takut yang disertai dengan ma’rifatullah, karena jika tidak, maka bisa jadi hanya rasa takut biasa yang tidak disertai dengan ma’rifatullah, karena rasa takut tersebut adalah akibat dari mengenal dan mengetahui tentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
Hal ini menegaskan bahwa ketakutan tersebut bukan sekedar rasa takut yang bersifat sementara, melainkan akibat dari pengetahuan yang mendalam akan keagungan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta merupakan rasa takut yang menghasilkan kerendahan hati dan kesadaran.
- Simpan uang ketika Anda miskin atau kaya
Berhemat merupakan sikap yang moderat dan menengah. Ini adalah solusi langsung terhadap kekikiran yang terjadi setelahnya. Seorang mukmin akan berjalan dengan seimbang dalam segala keadaan keuangannya, ia tidak akan boros dan boros ketika ia kaya, tidak pula berputus asa dan mengeluh ketika ia miskin. Keseimbangan ini akan membebaskan manusia dari perbudakan kekayaan, menjadikannya penguasa atas kekayaan itu dan bukan sanderanya, membebaskannya dari keserakahan dan keserakahan dan membangun dalam hatinya sifat suka cita dan rasa puas.
Fitur dan manfaat
- Konsumsi seimbang: apabila ia kaya, maka sikap hemat orang mukmin akan terlihat, yaitu konsumsinya diarahkan pada kebutuhan yang benar, tanpa bermewah-mewah dan tidak kikir. Dia bersedekah, bersedekah dan membantu keluarganya.
- Penerimaan Terhadap Putusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala: Ketika miskin, sikap hemat seorang mukmin akan terlihat dari kesabaran dan kepuasaannya terhadap putusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tanpa dendam dan keluh kesah. Ia tahu betul bahwa kemiskinan tidak akan menurunkan derajatnya di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Bebas dari Keserakahan: Sikap hemat dapat membebaskan hati dari keserakahan dan kerakusan yang merupakan hakikat kikir. Sikapnya yang hemat membuatnya puas dengan makanan yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan untuknya.
Apa yang para ilmuwan katakan tentang hal itu
Imam Al-Ghazali berkata dalam kitab tersebut Ihya Ulum Ad-Din: “Berhemat dalam hidup adalah cara hidup orang dahulu dan orang kemudian, serta ciri-ciri nabi dan shidikin. Itu salah satu ciri keimanan dan salah satu ciri orang baik.” Ia juga menambahkan bahwa sikap hemat juga dapat melindungi masyarakat dari dampak kemiskinan atau kekayaan.
- Adil saat Anda marah atau senang
Kesalehan adalah puncak akhlaknya, namun menjadi orang yang bertakwa, baik di puncak amarah maupun di puncak kenikmatan, adalah bukti kuatnya keimanan dan kesucian hati. Ini adalah obat pemuas nafsu, karena amarah dapat membutakan hati dan nafsu dapat memperdaya pikiran. Namun, seorang mukmin yang sejati akan tetap menerapkan hukum sesuai syariat dan keadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, meski dalam keadaan jiwa yang paling sulit sekalipun, dia tidak boleh berbuat zalim kepada seseorang hanya karena dia marah padanya, atau berbuat baik kepada seseorang hanya karena dia mencintainya. Sifat ini membebaskan manusia dari kendali nafsu, menjadikan mereka mengutamakan kebenaran di atas keresahan spiritual dan keadilan di atas kepentingan diri sendiri.
Fitur dan manfaat
- Tujuan dalam menegakkan hukum: Hakikat kebenaran terlihat jelas ketika dalam keadaan marah atau puas melalui sikap obyektif seseorang bahkan terhadap musuhnya. Kebenciannya tidak membuatnya menzalimi orang lain, dan rasa cintanya tidak membuatnya memihak pada teman-temannya.
- Bijaksanalah dalam mengambil keputusan: keadilan dapat memperkuat prinsip kebenaran di hati, mencegah orang mengambil keputusan secara gegabah berdasarkan perasaan atau amarah, sehingga sifat ini dapat menunjang keberlangsungan hubungan.
- Mengambil Keputusan Berdasarkan Syariah, Bukan Nafsu: Berbuat benar ketika marah atau senang merupakan penerapan langsung dari sikap tidak menuruti hawa nafsu, karena pelaku akan menggunakan Syariah sebagai penentu keputusan, bukan motivasi pribadi.
Apa yang para ilmuwan katakan tentang hal itu
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab tersebut Majmu Al-Fatawa: “Sesungguhnya perlakuan adil harus diterapkan oleh setiap orang kepada siapa pun dan dalam keadaan apa pun. Jika seseorang dicintai atau dibenci, maka ia harus diperlakukan dengan adil.”
Hal ini menekankan bahwa keadilan tidak boleh diabaikan meskipun banyak kepentingan pribadi yang dipertaruhkan, dan ini merupakan obat yang efektif untuk mengatasi keinginan yang menuruti keinginan seseorang.
Kesimpulan: Hadits ini adalah metode Nabawi untuk memperbaiki jiwa
Hadits Nabi yang mulia ini merupakan salah satu cara yang aplikatif dan menyeluruh untuk mensucikan hati dan jiwa, karena ketiga amalan merusak tersebut dapat merugikan manusia dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sementara ketiga amalan penyelamatan ini dapat memperbaiki jiwa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Keselamatan terletak pada keputusan untuk menukar keserakahan kita dengan kemurahan hati, nafsu kita akan kebenaran, kesombongan kita dengan ketundukan dan kerendahan hati, dan menghiasi diri kita dengan ketakutan, sikap moderat dan keadilan dalam segala situasi dan kondisi.
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Keputusan Masuknya Orang Yang Haid Ke Masjid, Ulama Su’, Terompet Sangka Kala, Sholat Wajib, Hukum Tukar Kado Dalam Islam
Dikunjungi 250 kali, 3 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 95


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.