
Tebuireng.online- Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng mengadakan prosesi ktaman Minhajul ‘Abidin karya Hujjatul Islam karya Imam Al-Ghazali di aula lantai 1 Gedung Ma’had Aly Jombang, Minggu (31/05/2026) malam. Khataman kali ini menjadi momen istimewa bagi lembaga ini karena proses pembacaan dan pengkajian kitab tasawuf berlangsung terus menerus selama bertahun-tahun hingga akhirnya dapat diselesaikan secara tuntas.
Agenda khidmat ini dihadiri langsung oleh Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, dr. KH. Ahmad Roziqi, Ph.D., MHI, guru dan qari Minhajul ‘Abidin, Ph.D. KH. Muthohharun Afif, lc., MHI, pimpinan asrama, Ustadz Syukron, lc., MI, serta para dosen dan ratusan mahasiswa. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan makro di akhir buku, dilanjutkan dengan ceramah orientasi keilmuan, prosesi ijazah buku dan doa penutup.
Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr.KH. Ahmad Roziqi, Assistant Professor, MHI, dalam sambutannya mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga rasa percaya diri yang tinggi sebagai wakil intelektual muslim Indonesia. Ditegaskannya, banyak ulama Indonesia yang berjasa besar dan diakui dunia Islam secara global, salah satunya KH. Ihsan Jampes melalui kitabnya Siraj al-Talibin yang mana syarah atau penjelasan kitab yang paling otoritatif Minhajul ‘Abidin.
“Jangan minder menjadi orang Indonesia, karena orang Arab pun takjub karenanya Siraj al-Talibinmilik KH. Ihsan Jampes”, tegas Kiai Roziqi.
Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasantri dalam memberikan sumbangsih keilmuan yang mengoreksi kesalahpahaman yang ada di masyarakat, terutama dalam membuktikan bahwa ajaran tasawuf berjalan selaras dan selaras dengan kehidupan. As-Sunnah An-Nabawiyah. Kami berharap Mahasantri mampu menghilangkan anggapan keliru bahwa karya-karya Imam Al-Ghazali hanya mengandalkan hadis daif.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Roziqi mengenang ungkapan ulama: “Al-alimu huwal qa-imu bihaqqil ibadet, wal ibadatu tsamratul ilmi,” yang artinya orang yang berilmu adalah orang yang menunjang ibadah, sedangkan ibadah adalah buah ilmunya. Beliau juga mengutip sebuah prinsip penting dari kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim yaitu “Ghayatul ilmi al-amalu bihi,” yang di dalamnya ditegaskan bahwa tujuan akhir ilmu adalah mengamalkannya. Puncak dari setiap aktivitas intelektual di pesantren harus diwujudkan dalam praktik nyata.
Sementara itu, Dr.KH. Muthohharun Afif, Asisten Profesor, MHI, mengingatkan, momentum khataman ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan tahap awal penerapan intisari kitab tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap ilmu yang diserap dapat melahirkan amal ikhlas serta menumbuhkan rasa kerendahan hati untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Kiai Muthohharun berpesan kepada para mahasantri untuk selalu menjaga tradisi ketelitian keilmuan dan ketepatan teks (tashhih) ketika mewariskan kitab tersebut kepada masyarakat luas dan generasi mendatang. Teks buku harus diperiksa dengan cermat dan dikoreksi jika ditemukan kesalahan sebelum dibacakan kepada siswa.
Prosesi Khataman kemudian diakhiri dengan penyerahan ijazah sanad kitab langsung dari Kiai Muthohharun kepada para mahasantri dengan harapan nilai-nilai spiritualitas Islam moderat dapat terwujud dalam ruang dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Wartawan: Muhammad Fatkhun Niam
Editor: Sutan
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.