(Dari buku Al-Mahshul Al-Jami’ Li-Syuruh Tsalatsah Al-Ushul)
شرح منذن لا إله إلا الله
(المحسون الجامع لشروح ترائة وصول)
Pengarang:
dr. Fahd bin Badi Al-Mursyidi
D. بادي المرشدي
قال المسنف رحمه الله:
(لا إله): نَافِيًا جَمِيعَ مَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ الله.
(إِلا الله): مُثْبِتًا الْعِبَادَةَ لهِ وَحْدَهُ, لَشَرِيكَ لَِهُ عِبَادَتِهِ; كَمَا أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ شَرِيكٌ فِي مُلْكِهِ.
Penulis Rahimahullah berkata:
- Laa ilaha (Tidak ada Tuhan): Ini adalah pengingkaran terhadap segala yang disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- “Illallah” (Selain Allah): Yaitu sebagai tekad untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mempunyai sekutu dalam beribadah kepada-Nya, sebagaimana Dia tidak mempunyai sekutu dalam kekuasaan-Nya.
komentar:
pesan ركناها, فـالنفي في قول: (لا إله), ووتو يتزمَّن نفي استحقاق الةباٯ سوي الله atau ايي: (نافيًا جميع ما يعبد من دون الله), DAN الإبتحبة في قول: (اههلا الله) على الله عز وجل وحدة لله الشريك; ای: (مستبلًا العبادة لله وحده, لا شريك له في يبادة; كما انه لا شهلف شريك له في يبادة; كما انه له وحده) Pesan فيجب أن يكبان هو المعبود وحده [شرح الأصول الثلاثة، عبدالرحمن بن ناصر البراك (26).].
Penjelasan singkat:
Kesaksian Keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Laa ilahe illallah” terdiri dari penafian dan putusan yang menjadi rukun kalimat ini. Pelepasan keduniawian terdapat pada kata “Laa ilaha” (Tidak ada Tuhan). Kalimat ini mengandung penolakan hak untuk disembah oleh segala sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu pengingkaran terhadap segala yang disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sedangkan ketentuan pada kalimat “illallah” (selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala) memuat ketentuan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tidak mempunyai sekutu. Yakni dengan mendirikan ibadah hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Dia tidak mempunyai sekutu dalam beribadah kepada-Nya, sebagaimana Dia tidak mempunyai sekutu dalam kekuasaan-Nya. Jika Dia yang Mahakuasa, tidak ada sekutunya, dan Maha Pencipta segala sesuatu, maka tidak ada yang berhak disembah selain Dia. (Buku Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak, hal. 26).
komentar:
Nama: ((لا إله) عقدًا العبادة لله وحده): فبيَّن أن كلمة التوحيد “لا إملاه لا إملاه لا إملاه الجمع بنهما; jika Allah memberi إتفتح اليلهية لله وحده, عظم من دلالة قولنا: الله إله” Pesan Facebook[ينظر: حاشية ثلاثة الأصول، عبدالرحمن بن قاسم (52)؛ والمحصول من شرح ثلاثة الأصول، عبدالله الغنيمان (140).]
Penjelasan rinci:
Penulis bersabda: “’Laa ilaha’ (Tidak ada Tuhan) sebagai penolakan terhadap segala yang disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala. ‘Illallah’ (kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala) sebagai ketetapan bahwa ibadah hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Beliau menjelaskan bahwa kalimat “Laa ilaha illallah” terdiri dari ingkar dan tekad, dan dua hal tersebut yang menjadi rukun kalimat ini, ingkar ada pada kalimat “Laa ilaha” (Tidak ada Tuhan) dan tekad ada pada kalimat “Illallah” (Di sebelah Allah Subhanahu Wa Ta’ala).
Penafian saja bukanlah tauhid, bukan juga kemapanan saja, sehingga kedua hal ini harus dipadukan agar tauhid bisa terwujud dan kesyirikan bisa dihilangkan. Makna yang terkandung dalam kalimat agung mengenai sebutan ketuhanan hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini lebih dalam dibandingkan jika kita sekadar mengucapkan kalimat “Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan”, karena penafian dan penetapan ini berarti makna yang dimaksudkan hanya sebatas pada yang satu itu, dan tidak berlaku pada yang lain.
Makna yang dimaksud adalah ketuhanan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja, tanpa ada sekutu bagi-Nya. (Lihat: Buku Hasyiyah Tsalatsah Al-Ushul oleh Abdurrahman bin Qasim, hal. 52, saya Al-Mahshul Min Syarh Tsalatsah Al-Ushul oleh Abdullah Al-Ghunaiman, hal. 140).
yang artinya semoga Tuhan وخبرها محذوف التعديه (حق); فالله هو الحق, وعبادة واحده هي الحق, وعبادة غيره منفية بـ(لا) فـ(لا) فــ(لا إله) فــ(لا إله) فلمنفي بـ(لا) فـ(لا) فــ(لا إله) فــ(لا إله) pesan نفيًا kepada semua dewa, وبه يُعلم أن المستثنى (إلا الله) مُخرج من المستثلن المستثلى ومن حكم, فلا يدورً اسلً في المنفي إُتثثنى في منه, وبه يُعلم أن المستثنى (إلا الله) مُخرج من المستثلن المستثلى ومن baiklah [ينظر: حاشية ثلاثة الأصول، عبدالرحمن بن قاسم (52)؛ وشرح ثلاثة الأصول، عبدالله بن إبراهيم القرعاوي (81).].
Jadi, orang yang mengucapkan “Laa ilaha illallah” seolah-olah sedang mengucapkan: “Aku meninggalkan segala sesuatu yang disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan aku yakinkan bahwa ibadah hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja.
Jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu benar, beribadah kepada-Nya sajalah yang benar, dan menyembah selain Dia dinegasikan dengan kata “Laa” pada kalimat ini. Dengan demikian, kata “Laa ilaha” mengandung penolakan terhadap adanya ibadah yang hakiki kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang dinegasikan dengan kata “Laa” pada kalimat ini adalah ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena itu adalah ibadah yang batil, maka kata “Laa ilaha” meniadakan semua ibadah palsu, tidak semua Tuhan.
Dari sini terlihat bahwa pengecualian pada kalimat “Illallah” (kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala) tidak termasuk dalam Al-mustatsna minha – unsur yang menjadi asal muasal pengecualian – “Tidak ada Tuhan”, jadi pada hakikatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak termasuk dalam penolakan dan tidak termasuk dalam hukum. (Lihat: Buku Hasyiyah Tsalatsah Al-Ushul oleh Abdurrahman bin Qasim, hal. 52, saya Syarh Tsalatsah Al-Ushul oleh Abdullah bin Ibrahim Al-Qar’awi, hal. 81).
bahasa: (لا شريك له في يباداده, كما انه له له شريك في ملكه); ای: كما أن الله تعالى هو المتفرد في ملكه, فيجب ان يُفرد Tuhan memberikan لله في الملك عبادة, تعلى الله وتقدس, ووتو كالدليل لما تدليه لما تعرفة من رفعة عنه بنعه إلا اللم Pesan Facebook Kehendak Tuhan adalah wajah dari penyebaran, maka perlu baginya untuk yakinlah bahwa Allah SWT tidak mempunyai sekutu baginya, dan Allah SWT tidak mempunyai sekutu dalam Al-Qur’an. ملكه – لابتغى عليه سبيلًا; pesan: Insya Allah [الإسراء: 42]فلو كان مثيه آلهة – دريقة العبادة فعلًا – للزِمَ انب٨يلو ملك الله; karena ia tidak layak disembah kecuali dari orang-orang yang memberi manfaat dan keburukan, dan Allah besertanya, dan Allah melindunginya [شرح ثلاثة الأصول، صالح بن عبدالعزيز آل الشيخ (140)؛ وينظر: شرح الأصول الثلاثة، د. خالد المصلح (43).].
Penulis bersabda: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada sekutu dalam ibadah-Nya, sebagaimana Dia tidak ada sekutu dalam kekuasaan-Nya.” Yakni karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Kuasa-Nya maka wajib bersatu dalam beribadah kepada-Nya, karena sangat zalim jika makhluk tidak menjadi sekutu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kekuasaan-Nya, melainkan sekutu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam beribadah kepada-Nya.
Hal ini seperti dalil yang telah disebutkan sebelumnya mengenai sumpah bahwa tidak ada Tuhan yang benar selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini karena tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mempunyai sekutu dalam kekuasaan-Nya. Hal ini merupakan bentuk argumentasi melalui tauhid rububiyyah untuk menjelaskan tauhid uluhiyah, karena sumpah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mempunyai sekutu dalam kekuasaan-Nya – baik dalam arti mandiri maupun dalam arti umum – maka akibat pastinya adalah hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berhak disembah, hanya saja tidak ada satupun yang berhak disembah. Karena Dia Maha Kuasa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa jika Dia memiliki sekutu dalam kekuasaan-Nya, maka sekutu itu pasti akan menemukan cara untuk bersaing dengan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا إِذًا ْتَاَاَا إِلَى ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا
“Katakanlah (Nabi Muhammad): ‘Seandainya ada tuhan-tuhan (yang lain) selain Dia, sebagaimana mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu akan mencari jalan kepada (Tuhan) Pemilik Arsy (untuk mengalahkan atau menyaingi-Nya)’” (QS. Al-Isra: 42).
Jika di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada tuhan – tuhan yang berhak disembah – niscaya mereka mendapat bagian dalam kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena mereka tidak berhak disembah kecuali zat yang mempunyai kekuatan memberi manfaat dan bahaya, sedangkan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada apa-apa, begitu pula di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada apa-apa, melainkan Dia hanya dalam kekuasaan-Nya, namun Dia hanya konsekuensi-Nya. Hanya Subhanahu Wa Ta’ala yang berhak beribadah. (Buku Syarh Tsalatsah Al-Ushul oleh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Shaikh, hal. 140. Lihat juga, Syarh Tsalatsah Al-Ushul karya dr. Khalid Al-Mushlih, hal. 43).
Sumber:
Artikel sumber PDF
🔍 Kewajiban Menantu Kepada Mertua Dalam Islam, Tunjangan Batin Istri Menurut Islam, Surat Waqiah Untuk Membuka Harta, Hukum Tiraqat Menurut Islam, Gambaran Kitab Suci Allah
Dikunjungi 32 kali, 1 kunjungan hari ini
Tampilan Postingan: 6


website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door
Download Film
mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.