
Tebuireng.online— Dua siswi SMP Sains Tebuireng, Mikayla Alana dan Vera Wahzuni Pitaloka, berhasil meraih juara dalam lomba karaoke tingkat Kecamatan Ngoro yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Daffa Mahfudz Wakili Indonesia pada International English Language Olympiad di Inggris
Mikayla Alana berhasil meraih juara I, sedangkan Vera Wahzuni Pitaloka menempati juara II. Lomba tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai sekolah se-Kecamatan Ngoro.
Mikayla, siswi kelas VIII C, mengaku sempat pesimis menjelang perlombaan. Ia mendapat lagu “Sesi Potret” yang menurutnya cukup sulit untuk dibawakan.
Ia bahkan sempat meminta kepada pembimbing agar mendapatkan lagu yang lebih mudah. Namun, pembimbing tetap memintanya mempertahankan lagu tersebut.

Persiapan dilakukan selama lima hari sebelum perlombaan. Selama masa latihan, Mikayla berlatih hampir setiap jam sekolah bersama Ustaz Hanif selaku pembimbing vokal.
Salah satu kendala yang dihadapi Mikayla adalah nada dasar lagu yang tidak sesuai dengan jangkauan suaranya. Kunci lagu kemudian diubah agar lebih sesuai dengan karakter suara perempuan. Namun, perubahan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan kesulitan yang dihadapinya.
Baca Juga: Santri SMP Sains Tebuireng Raih Juara II Liga Paralayang Jawa Timur Seri I 2026
“Setelah diganti tetap belum bisa. Saya sempat down,” ujar Mikayla saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026).
Bahkan hingga gladi bersih terakhir, Mikayla mengaku belum mampu menyanyikan lagu tersebut secara utuh dari awal hingga akhir. Dukungan dari pembimbing membuatnya terus berusaha.
“Kamu harus menang. Kalau tidak berhasil, sampai kamu lulus saya enggak tenang di sini,” kata Mikayla menirukan pesan Ustaz Hanif.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar 30 menit sebelum tampil, Mikayla berhasil menyanyikan lagu dari awal hingga akhir. Ia kemudian tampil sebagai peserta nomor sepuluh.
Meski masih merasa belum sepenuhnya siap, Mikayla memilih berdoa dan berusaha memberikan penampilan terbaik. Ia juga harus menjaga kondisi fisik karena tenggorokannya cukup sensitif terhadap makanan. Latihan vokal yang intensif turut membuat tubuhnya mudah lelah.
Baca Juga: Empat Santri SMP Sains Tebuireng Lolos OSN Provinsi, Pertahankan Rekor Terbaik Jombang Dua Tahun Beruntun
Bagi Mikayla, bernyanyi menjadi kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda dari aktivitas akademik.
“Kalau belajar itu stres. Kalau nyanyi paling pusing dan capek. Mending capek daripada stres di dalam,” katanya.
Sementara itu, juara II diraih Vera Wahzuni Pitaloka. Santri asal Jombang tersebut telah menekuni vokal sejak kelas I SD. Ia mulai mengikuti les vokal setelah ibunya melihat potensi dalam suaranya.
Selama sekitar enam tahun, kemampuan vokal Vera terus diasah. Menurutnya, mengikuti perlombaan menjadi salah satu cara untuk menjaga kemampuan bernyanyi agar tetap terlatih.
“Kalau jarang dipakai, lama-kelamaan tekniknya juga akan berkurang. Walaupun cuma kecamatan, paling tidak bisa merasakan tanding sama anak-anak yang lain,” ujar Vera.
Baca Juga: SMP Sains Tebuireng Raih Penghargaan Pantomim dan Ilustrasi di FLS3N 2026
Selain lomba karaoke, Vera pernah mengikuti berbagai perlombaan, di antaranya dongeng dan pidato Bahasa Indonesia. Dalam lomba pidato PHBN, ia pernah meraih juara III dan kemudian meningkat menjadi juara I pada tahun berikutnya.
Vera juga aktif di bidang sastra. Ia mulai menulis sejak kelas V SD dan telah menghasilkan sejumlah cerpen, puisi, serta dua novelet yang ditulis tangan. Ia juga pernah meraih juara I lomba menulis puisi dalam kegiatan Bulan Bahasa.
Menurut Vera, aktivitas seni menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri sekaligus menyegarkan pikiran di tengah padatnya kegiatan.
“Walaupun latihan itu capek, tapi rasanya enteng. Kayak sebuah refresh,” tuturnya.
Baca Juga: Empat Guru SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi di Ajang GTK Berprestasi 2026
Atas prestasi tersebut, Mikayla berharap kemenangan di tingkat kecamatan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan dirinya mengikuti perlombaan pada jenjang yang lebih tinggi.
“Target saya bisa lebih pede di lingkup yang lebih besar, di kabupaten. Semoga bisa sampai provinsi juga,” ujarnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.