
Tebuireng.online- Menyelenggarakan Pondok Pesantren Tebuireng melalui Tebuireng Institute (TI). Meja bundar bertajuk “Membedah Silsilah dan Transformasi Al-Qanun Al-Asasi”, Sabtu (14 Februari 2026). Acara yang diprakarsai oleh pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menampilkan sejumlah akademisi dan pakar ternama, di antaranya Prof. Ph.D. H.Abd. A’la, HM Nasrudin Anshoriy, prof. Masdar Hilmy, dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban, prof. Ph.D. Ahmad Muhibbin Zuhri, H. Nur Hidayat (Gus Dayat), dr. H. Rijal Mumazziq, dan KH. dr. Musta’in Syafi’i.
Hal itu ditegaskan Gus Kikin dalam arahannya Al-Qanun Al-Asasi tidak boleh dilihat hanya sebagai dokumen sejarah masa lalu. Menurutnya, buku ini mewakili nilai-nilai dasar dan arah gerak organisasi yang tetap relevan sepanjang masa.
“Membaca Al-Qanun Al-Asasi “Merupakan upaya untuk memahami nilai dan arah organisasi agar tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan oleh para pendirinya,” kata Gus Kikin berbicara tentang perjuangan pesantren.
Ada hal menarik yang muncul pada sesi tanya jawab. Jawab pertanyaan relevansi Qanun Asasi dengan kesetaraan gender, dr. H. Rijal Mumazziq menegaskan, dalam tradisi pesantren, pendidikan perempuan merupakan kunci peradaban.
“Pendidikan satu orang laki-laki pada hakikatnya adalah pendidikan satu umat manusia, namun pendidikan satu orang perempuan pada hakikatnya adalah pendidikan satu generasi,” kata Gus Rijal. Ia mencontohkan keteladanan Nyai Khoiriyyah Hasyim sebagai bukti nyata keberhasilan Hadratussyaikh dalam melahirkan generasi perempuan hebat. Ia menyarankan agar pengajaran kepada siswa diintensifkan Syarah (interpretasi) berdasarkan perspektif gender.

Terkait dengan fenomena menurunnya kapasitas keilmuan dan ketidaktahuan generasi muda terhadap kepribadian ulama, Prof. Ph.D. Ahmad Muhibbin Zuhri menekankan pentingnya pembentukan kader khusus ulama melalui lembaga seperti Ma’had Aly.
Sehubungan dengan itu, HM Nasrudin Anshoriy dan Prof. H.Abd. A’la setuju bahwa ini tentang komunikasi Al-Qanun Al-Asasi harus diadaptasi. “Untuk itu diperlukan pola komunikasi yang tepat dan penggunaan bahasa yang sederhana agar pemikiran Hadratussyaikh dapat dinikmati oleh Gen Z,” jelas Prof Aala.
dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban menambahkan, tantangan nyata saat ini adalah mengubah referensi dari ilmu pengetahuan ke algoritma media sosial. “Visibilitas gagasan NU di dunia internasional sangat diperlukan. Kita perlu berkolaborasi sesuai bidang atau bidang kita Ta’awunseperti yang dinyatakan dalam Al-Qanun Al-Asasi“, dia menekankan.
dr. Ginanjar juga memaparkan data sejarah yang menghilangkan keraguan mengenai hubungan ulama Indonesia dengan pusat keilmuan dunia Islam. Sejak abad ke-17, tokoh-tokoh seperti Syekh Yusuf al-Makassari hingga Syekh Mahfudz at-Tarmasi membangun estafet ilmiah di Hijaz.
KH Hasyim Asy’ari walaupun tidak lama tinggal di Mekkah, namun mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan diakui sebagai Syekhul Islam di Indonesia. Di Mesir ia bahkan menjabat sebagai Mustasyar (penasehat) Jam’iyyah Syubbanul Muslimin. “Dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dimulai dari organisasi ini,” kata Ginanjar.
Diskusi menyentuh aspek etika manajemen organisasi. Prof.Abd. A’la membenarkan pernyataan peserta bahwa idealnya pengurus NU adalah mereka yang “sudah selesai dengan urusan duniawinya” sehingga tidak menjadikan organisasi sebagai mata pencaharian. Ia mencontohkan integritas KH Sahal Mahfudz sebagai contoh prinsip tersebut.
Acara ini dimoderatori oleh dr. KH. Ahmad Roziqi menyimpulkan transformasi itu Al-Qanun Al-Asasi memerlukan keseimbangan antara ketaatan substantif (nilai-nilai spiritual) dan ketaatan administratif (peraturan organisasi), serta memerlukan adaptasi strategi dakwah di era digital.
Baca Juga: Tebuireng Hadirkan Pakar NU, Bedah Silsilah dan Transformasi Al-QÄnÅ«n Al-AsÄsÄ«
Wartawan: Nurdiansyah
Editor: Sutan
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.