
Dalam perhelatan MUI Awards 2026, ada sebuah pemandangan yang sangat istimewa. Bagaimana tidak istimewa, sebuah ajang bergensi tangkat nasional tersebut tentu banyak sekali orang berharap mendapatkan penganugerahan dari sebuah lembaga yang menjadi perwujudan ulama Indonesia.
Baca Juga: Berkhidmat di Nahdlatul Ulama
Di balik semua itu, ada satu sosok ulama yang jutsru menolak menghadiri penganugerahan yang diselenggarakan pada puncak peringatan Milad ke-51 Majlis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII yang bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta. Sosok ulama tersebut adalah KH. Ibnu Harjo Al-Jawi, atau biasa disapa dengan Mbah Riyah.
Mbah Riyan resmi mendapatkan penganugerahan dari MUI Award, untuk kategori Karya Tulis Ilmiah Islam. Ketidakhadiran sosok Mbah Riyan untuk diberikan penganugerahan bergensi tersebut menjadi sebuah perhatian, yang hari ini sangat sulit ditemukan di kalangan ulama-ulama di Indonesia yang seringkali berlomba-lomba mencari bangku pengakuan dari pemerintah.
Meskipun panitia dari MUI telah melayangkan surat undangan resmi, tetapi Mbah Ryan memilih untuk tidak hadir, sehingga keputusannya tetap pada jalan sunyi yang ia tempuh menegaskan sosoknya yang jauh dari pemburu popularitas.

Seorang Muhaqqiq yang Daikui oleh Dunia Internasional
Keputusan MUI Award 2026, memilih sosok dari Mbah Riyan sebagai peraih kategori Karya Tulis Ilmiah karena beliau sudah banyak memberikan kontribusi terhadap peradaban ilmu islam pada bidang tahtiq. Di beberapa kitab yang sudah beliau tahqiq, nama yang tercatum di beberapa kitab adalah Ibnu Harjo Al-Jawi. Sosok Ibnu Harjo Al-Jawi telah tercatat menyelesaikan 12 jilid kitab tahqiq dan lebih dari 100 karya ilmiah.
Baca Juga: Gus Dur dan Pengarang Shalawat Badar
Inilah beberapa rekam jejak ilmiah Ibnu Harjo Al-Jawi, atau biasa yang dipanggil Mbah Riyan,
- Tahqiq Kitab Fathul Muin: Diterbitkan oleh penerbit khusus kitab kuning At-Turmusy (Turmusi.id). Dalam meneliti kitab fikih populer ini, Mbah Riyan mengomparasikan 7 naskah kitab cetak dan 1 manuskrip kuno untuk menemukan redaksi teks yang paling otentik.
- Tahqiq Kitab Tahrir: Mbah Riyan pernah memaparkan secara langsung hasil tahqiq terhadap Kitab Tahrir karya Syekhul Islam Zakariya Al-Anshari di hadapan ulama besar Mesir, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi (sebagaimana didokumentasikan akun Instagram @maktab_turmusy).
- Karya-karya rujukan lainnya: Al-Istihsan, Haqiqatuhu wa Hujjiyyatuhu, Rodd Al-Hadits Al-Dha’if bi Al-Kulliyyah, Is’af Al-Muthaali’ (karya Syekh Mahfudz At-Tarmasi), Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyah, Al-Taufiq Al-Jaliy Bain Al-Asy’ariy wa Al-Hanbaliy.
Mengenal Tahqiq Kitab dalam Tradisi Keilman Islam
Dalam tradisi keilmuan islam sendiri, proses tahqiq bukanlah sebuah pekerjaan biasa. Melainkan, sebuah ikhtiar yang bertujuan menjaga amanah ilmu. Seorang muhaqqiq berupaya keras dan memastikan bahwa warisan para ulama terdahulu bisa sampai kepada generasi berikutnya tanpa kehilangan keasliannya.
Sehingga dalam prsoses tahqiq seorang muhaqqiq dituntun ketelitian yang luar biasa, keluasan ilmu, penguasaan Bahasa Arab klasik, sejarah, ilmu hadits, fiqih, hingga kemampuan membaca berbagi manuskrip yang usianya sudah ratusan tahun. Pada satu sisi pekerjaan ini memang tidak menarik perhartian masyarakat banyakan. Tetapi sangat menentukan arah perekembangan ilmu.
Baca Juga: Paling Populer di Pesantren, Kenali Kitab Tafsir Jalalain
Seorag Alim yang Bersahaja
Meskipun Ibnu Harjo Al-Jawi, sudah dikenal di berbagai forum akademik Timur Tengah dan dunia Islam, ketika pulang ke kampungnya, ia tetaplah seorang tukang bangunan. Tak ada sebuah perubahan yang besar dalam cara beliau menjalani akivitas sehari-hari. Tak ada juga rumah mewah yang ditampilkan. Mugkin itulah Mbah Riyan yang hari ini bisa memberikan gambaran seorang santri seutuhnya yang senatiasa bersikap sederhana dan rendah hati.
Sehingga saat penganugerahan MUI Award 2026 itu datang padanya atas kontribusi terhadap dunia keilmuan peradaban islam, beliau memilih tidak hadir untuk menjemput penghargaan bergensi tersebut. Ketidakhadirannya bukan berarti beliau tidak menghargai penghormartan tersebut. Tetapi justru ketidakhadiran beliau, memberikan pemahaman pada kita bahwa sesungguhnya ada yang lebih berharga dan berarti daripada penghargaan atau pengakuan orang, yakni ilmu yang bermanfaat.
Jalan sunyi yang ditempuh oleh Ibnu Harjo Al-Jawi atau Mbah Riyan, menyadarkan kita semua bahwa di dunia yang memaksaan siapapun berlomba-lomba mencari pengakuan terhadap orang lain untuk kepentingan sesaat, ternyata ada satu sosok seorang ulama yang sangat sederhana dan bersahaja menempun jalan yang sunyi, yang tidak ramai dari tepuk tangan manusia dan gemuruh dunia.
Baca Juga: Kisah di Balik Lahirnya Kitab Barzanji
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.